Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Filsafat Abad Modern dan Abad Kini


1.      Filsafat Abad Modern
1). Zaman Renaissance
            Renaisance berasal dari bahasa Perancis yang berarti “bangkit kembali”. Zaman ini adalah zaman lahirnya kembali semangat nasionalis yang pernah ada pada zaman klasik dulu. Zaman ini merupakan zaman kebangkitan intelektual, khususnya yang terjadi di Eropa. Orang yang pertama kali memakai istilah tersebut adalah Michelet, seorang sejarawan Perancis terkenal. Menurutnya Renaissance periode penemuan manusia dan dunia dan bukan sekedar sebagai kebangkitan kembali yang merupakan permulaan kebangkitan modern.
Pada zaman ini kebudayaan-kebudayaan klasik dihidupkan kembali, seperti kesusasteraan, seni dan filsafat yang mencari inspirasi mereka dalam warisan Yunani-Romawi. Ciri-ciri filsafat Renaissance adalah Humanisme, Individualisme, Empirisme dan Rasionalisme, yang menyebabkan pengetahuan rasional berkembang. Para filsuf terkenal pada zaman ini adalah Nicollo Macchiavelli (1469-1527), Thomas Hobbes (1588-1626), Thomas More (1478-1535) dan Francis Bacon (1561-1626).

Filsafat Abad Pertengahan


1). Zaman Patristik atau Pemikiran Para Bapa Gereja
            Patristik berasal dari kata latin, “patres” (bapa-bapa gereja). Zaman ini dibagi menjadi dua, yakni Patristik Yunani dan Patristik Timur. Patristik Yunani disebut juga dengan Patristik Timur, tokoh-tokohnya adalah Clemes dari Alexandria (150-215), Origenes (185-254), Gregorius dari Nazianze (330-390), Basillus (330-379), Gregorius dari Nizza (335-394) dan Dionysios Areopagita (± 500). Sedangkan tokoh-tokoh Patristik Latin (disebut juga Patristik Barat) adalah Hilarius (315-367), Ambrosius (339-397), Hieronymus (347-420) dan Augustinus (354-430). Ajaran filsafat dizaman ini menunjukkan pengaruh Plotinos. Mereka berusaha menunjukkan bahwa iman itu sesuai dengan pikiran terdalam dari manusia. Tulisan Patristik menjadi sumber terlengkap yang hingga saat ini masih memberi inspirasi baru.

Filsafat Pada Abad Klasik



Pada abad inilah terjadi puncak perkembangan filsafat Yunani. Falsafah yang dibangun pada abad ini mampu menguasai sistem pengetahuan alam pikiran barat kurang lebih selama dua ribu tahun. Filsafat abad ini ditandai dengan munculnya filsuf-filsuf besar seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles. Serta munculnya kaum sophis yang mengajarkan tentang keunggulan retorika dan kebenaran subjektif kepada para pemuda Athena. Mereka berpendapat bahwa manusia-lah ukuran bagi semua kebenaran yang ada (homo mensura).Dampak dari ajaran tersebut adalah ukuran kebenaran menjadi realatif dan subyektif. Filsafat abad ini dibagi menjadi dua zaman, yaitu; a). Zaman Sokrates, Plato dan Aristoteles, serta b). Zaman Helenisme.
a). Zaman Socrates, Plato dan Aristoles
Socrates (± 469-399 SM), salah seorang filsuf dari Athena, Yunani. Ia menyatakan bahwa akal budi harus menjadi norma terpenting untuk tindakan manusia.

Filsafat Abad Kuno


Filsafat pada abad ini bermula ketika munculnya berbagai pemikiran mendalam tentang realitas (alam) yang ada ini. Pada mulanya pemikiran tersebut hanya sebatas renungan orang-orang bijak semata, namun pada akhirnya terumus dalam proporsi-proporsi yang logis dan sistematis. Menurut catatan sejarah, awal perkembangan filsafat pada abad ini dimulai dari Milete (sekitar tahun 600 SM). Milete adalah sebuah kota yang berada di Asia Kecil, kota ini menjadi tempat transit para pedagang dari berbagai penjuru dunia (seperti Mesir, Itali, Yunani dan Asia). Oleh karenanya sangatlah mungkin jika di kota tersebut terjadi pertemuan berbagai latar belakang kehidupan dan pemikiran, sehingga Milete dikenal sebagai pusat intelektualitas.
Munculnya para ahli pikir alam menyebabkan filsafat Yunani periode awal sering disebut sebagai filsafat alam. Sealin itu, filsafat alam ini juga dikenal sebagai filsafat pra-Socrates, karena karakter pemikiran filsafat ini berbeda dengan pemikiran filsafat zaman Socrates dan berikutnya.